Rss

Selasa, 29 September 2020

Mental Health Pada Generasi Z

Kesehatan Mental pada zaman Generasi Kaum Millennial

Di era sekarang, ketika zaman sudah canggih, mulai dari tenaga kesehatan hingga teknologi terkemuka terus digalakkan dengan adanya pemikiran para manusia berakal Einstein yang menciptakan ini semua. Namun juga ketika dalam era Pandemi sekarang ini, ada yang lebih penting dari itu semua, yaitu Kesehatan.

Sekarang kesehatan kita menjadi paling utama daripada yang lainnya. Salah satunya kesehatan mental para generasi Z atau lebih dikenal dengan generasi yang terlibat dalam revolusi industri 4.0. Mental menurut pendapat banyak orang yaitu sesuatu hal yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar dan peristiwa yang menurut banyak orang bisa saja sedih, haru, takut, dan lainnya yang berdampak besar bagi kehidupan selanjutnya.

Kehidupan selanjutnya pasti berpengaruh dari diri kita pada waktu sekarang Ini. Sesuatu yang kita lakukan saat ini, detik ini, pasti berpengaruh kepada kehidupan kalian di masa mendatang.

Jika kita dihadapkan dengan masalah yang silih berganti dan terus tidak menemukan solusi, maka mental kita bakal terganggu. Khususnya pada zaman sekarang yang semuanya serba dengan ponsel pintar atau gadget kata orang luar.

Kasus pertama, mengapa semua orang diberi pegangan berupa hand phone dan sebagainya? Hal itu sangat banyak sekali terjadi dalam diri kita baik itu orang yang sudah berusia lanjut hingga balita yang masih harus mendapatkan air ASI sudah diberi layanan yang belum diketahui oleh balita se usianya. Karena jika kita memberi suatu barang seperti ponsel, anak tersebut menghancurkannya dan dapat membuat orang di sekitarnya termasuk orang tuanya bakal stress dan pasti merasa gelisah. Dari situ pasti terganggu kesehatan mentalnya.

Kedua, masih seputar hand phone dan alat pintar lainnya, para hacker dan penjahat atau semacamnya akan melakukan kecurangan dan tindak kriminal seperti penculikan di dunia maya, hal itu tentu saja membuat para kerabat korban akan stress juga dan juga si korban akan stress dan gelisah. Selain itu juga, dalam kasus tindak kecurangan, seperti pelecehan seksual di dunia maya memang sekarang lagi marak-maraknya.

Mengapa hal - hal itu masih terjadi saja di dunia ini? Apakah orang - orang seperti itu memiliki gangguan kesehatan mental? Bisa jadi, karena adanya faktor yang bisa kita paparkan dalam hal yang berkaitan dengan ini semua.

Orang orang yang melakukan tindak kriminal, pasti orang tersebut memang ada gangguan kesehatan mental karena orang tersebut tidak memiliki pekerjaan atau bahkan baru saja di PHK dari pekerjaannya atau Bahasa kasarnya di pecat. Padahal ketika kita sudah tidak bekerja dan tidak bisa mencari nafkah, kita semua bisa saja mencari uang dengan yang halal tentunya, misal dengan melakukan wirausaha.

Kita lanjutkan membahas tentang kasus kesehatan mental lainnya. Di saat sesuatu yang kita sayangi misal rusak atau hilang, pasti kita merasa gelisah dan tidak tenang pikirannya. Misalnya saja ketika baru saja diputus atau break dengan kekasih yang setia. Seorang pria dalam hal ini ada dua tipe, yang satu menerima apa adanya, yang satu nya , tidak mau dengan apa yang terjadi di lapangan, dilihat dari dua tipe itu, yang berpengaruh dalam kehidupan ke depannya adalah yang tidak mau menerima sesuai fakta. Karena kalian bisa menanggapi jika Tipe Kedua ini aka nada banyak sekali di dunia ini, kita menyebabkan kesehatan mereka terganggu hingga bisa bunuh diri. Jika Tipe pria pertama tidak bakal terganggu kesehatan mentalnya karena pria tersebut pasti berpikir positif dan positif selalu dan pasti memikirkan hal buruk ke depannya.

Selain dalam hal perjodohan, persis halnya dengan ketika kalian punya barang yang paling mewah dan berharga dalam hidup kalian, misalnya saja Emas. Kalian pasti bakal menyimpannya lama sekali dan menunggu waktu yang tepat untuk memakainya atau menjualnya. Namun bila barang tersebut lenyap dan hilang, atau bahkan rusak, pastinya hal itu membuat kalian kesal dan gelisah, bahkan hal ini bisa menyebabkan kesehatan mental terganggu.

Selain itu semua, ada peristiwa lainnya yang menurut masyarakat sangat mengerikan dan bakal terjadi di tahun - tahun berikutnya, yaitu Terjadinya kecelakaan disebabkan karena Hand phone. Ketika kalian mendengar hal itu, pasti membayangkan betapa parahnya kejadian yang sampai sekarang terus ada di sekitar kita bahkan di Ibukota. Ketika kita saat berkendara pun, patuhi lah tata tertib. Jika kalian setelah kerja atau setelah sekolah/kuliah, pasti mengeluh dan marah yang berdampak pada kerja saraf otak kita yang semakin hari semakin panas untuk dipakai berpikir terlalu keras. Hal itu juga menyebabkan kesehatan mental terganggu. Bahkan ada yang sampai kegelisahan itu dibawa bawa ke jalan raya, hal seperti itu berdampak berbahaya dan juga keluarga di rumah gelisah ketika hal itu terjadi pada keluarganya.

Lain halnya pada ulasan sekarang, pasti ada selalu baik itu di sekolah, kuliah, tempat kerja, maupun di dalam masyarakat seseorang yang selalu dikucilkan atau dihina hingga menggunakan fisik untuk memuaskan diri kepada korban. Tetapi mengapa hal ini masih saja ada di dalam masyarakat maupun yang lainnya? Apakah di Indonesia tidak diberlakukannya hukum yang mengatur semua ini? Dalam lingkup sekolah, sekolah baik itu negeri maupun swasta pasti mempunyai aturan, namun mengapa hal itu jarang sekali ditaati? Tidak segelintir orang pun yang menaati hal itu.

Namun, bisa saja hal itu terjadi kedua kalinya karena si korban yang selalu dihina di sekolahnya tidak mau melaporkan hal itu karena diancam oleh pelaku. Hal inilah yang membuat mental si korban terganggu yang menyebabkan tidak masuk sekolah bahkan putus sekolah.

Apakah Mental Health bisa saja terjadi pada tawanan yang ada di dalam penjara? Jawabannya tergantung orang - orang yang ada di penjara, ketika seseorang yang tidak mau mengakui kesalahannya pasti diketahui segera oleh pihak berwajib. Dan sesuatu yang sudah diketahui dan menyebar luas ke seluruh telinga rakyat, pelaku merasa stress dan gelisah yang dapat berdampak pada kesehatan mental nya, misal saja bisa menjadi gila. Lain halnya dengan orang yang memang mengakui kesalahannya.

Terakhir, studi kasus menyebutkan bahwa ada suatu pembahasan ketika seseorang dibentak dengan keras sampai keluar oleh si pelaku. Jika dalam konteks dunia kerja, misal ketika seorang karyawan merasa dirinya sudah benar dengan semua pekerjaan dari atasan, namun Si atasan merasa kerja karyawannya tidak benar , maka pasti dalam diri karyawan ada tekanan batin dan hal itu membuat karyawan bisa merasa kesal, gelisah, yang berdampak pada kesehatan mentalnya, bisa saja hingga bunuh diri seperti kasus yang sudah ada.

Berdasarkan penjelasan yang sudah ada, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa Kesehatan Mental seseorang sangat berpengaruh pada kehidupan ke depannya dan juga dipengaruhi oleh keadaan sekitar yang memaksa seseorang untuk melakukan hal yang tidak diinginkan. Dari Penjelasan tersebut, kita bisa menemukan solusi - solusi yang bisa menangkal atau menghindari Mental Health yang mewabah di dunia ini.

Yang pertama, biasakan diri kita untuk mengistirahatkan pikirannya dengan berlibur bersama keluarga. Hal itu sangat efektif supaya pikiran kita tenang dan otak kita bekerja normal seperti semula setelah lelah.

Kedua, kalian bisa diskusikan masalah kalian dengan orang terdekat kalian dan temukan solusi masalah kalian. Karena orang terdekat kalian bisa menjadi penenang dan pendengar yang baik.

Ketiga, berhenti sejenak dari pekerjaan yang membuat kalian lelah, lakukan olahraga ringan dan lakukan secara teratur. Hal ini sangat efektif supaya sistem dalam tubuh kita terutama pernapasan yang menjadi motorik semua organ dalam tubuh bisa bekerja optimal lagi.

Semoga kita semua selalu terhindar dari segala hal yang dapat mengganggu kesehatan mental kita. Semoga juga kita selalu dalam lindungan-Nya, Amin…

Stay Health Semuanya……


Senin, 28 September 2020

Memahami, Menerima, dan Menyayangi Diri Sendiri...

Asalamualaikum War Rahmatullah Wabarakatuh…………………………..

Sebenarnya saya belum paham maksud dari arti memahami diri sendiri. Saya tau kalau saya laki - laki, tetapi apakah saya adalah laki - laki yang dibutuhkan jika ada maunya aja? Mana ada cewek yang mau dengan saya. Saya memahami namun dalam artian hanya sebatas tau saja bahwa saya laki - laki tidak sejati. Memangnya pohon pinus. Namun kalau dipikir dua sampai tiga tahun, saya sedikit tahu dan memahami diri saya sendiri bahwa sebenarnya saya pribadi yang rajin dan tekun. Saya tau saya orang yang diam Bahasa dalam keadaan tertentu saja, namun diam Bahasa bukan berarti tidak mau bersosialisasi loo. Saya tidak mau seperti kera sumbang yang tidak suka bersosialisasi.

Lalu, menyayangi? Ah tidak mungkin…….

Tidak mungkin …..

Saya tidak tau maksud dari menyayangi. Sangat luas sekali arti menyayangi seperti luasnya hamparan sawah yang ditanami bakau setiap tahunnya.

Pertama, saya sudah disayangi sejak kecil oleh kedua orang tuaku,

Pasti lah, mana mungkin kecil sudah disayangi oleh cewek orang lain, bisa gawat urusannya. Kasih sayang orang tua tiada duanya dibanding dengan sayang dengan seorang wanita yang notabene sudah ada pasangan hidup, masih aja diganggu. Playboy

Kedua, seperti tadi saya jelaskan di atas, sayang kepada seorang wanita boleh aja, namun dalam artian sayang selalu mengingatkan dalam solat, dalam belajar, dsb.

Ingat kata pak ustaz, pada umumnya pak ustaz pernah bilang gini

“Pacaran itu haram, karena di dalamnya terdapat unsur - unsur negatif dan juga pacaran itu belum legal, takut terjadi hal – hal tidak diinginkan nantinya” nah kurang lebih itu karena saya jarang nonton dakwah

Tunggu dulu, bukan berarti saya tidak mau ya, Cuma belum sempat gara - gara tugas - tugas yang bertumpuk kayak batu bata belum di kasih semen

Ya seperti itulah menyayangi dengan wanita yang terbilang egois, ya kalian tau sendiri lah, dibilang gendut tidak mau, marah. Giliran dibilang kurus, protes. Nanti repot banget ya…..

Bentar dulu, supaya tulisan ini banyak seperti rumusan naskah UUD, nah kita balik lagi ke permasalahan memahami diri ini.

Dalam diri aku sebenarnya tidak tahu segalanya yang aku rasakan sekarang ini. Main badminton, gampang lah cuman memukul bulu ayam doang. Masalahnya kalau dipukul terus, yang punya bulunya marah dan mematuk saya. Lanjut lagi,

Saya orang yang tidak memikirkan ke depannya bagaimana, contohnya, saya masuk jurusan Bahasa, padahal di sekolah, saya bisa Matematika, aneh sih? Heran aja dengan diri saya

Mengapa dalam hidup ini perlu ada memahami? Saya hanya paham dalam pelajaran, itu pun kalau gampang, yang gampang juga terkadang sulit, apalagi yang sulit banget, pengen teriak diatas kaki seribu deh.

Masalah menerima? Saya orangnya suka menerima dengan tangan terbuka, wanita, tugas, kematian, saya terima. Namun dalam hati, saya belum terima semua nya juga. Saya sering menerima dalam artian sering ditolak oleh banyak wanita dari sabang sampai merauke. Menerima itu memanglah sulit ketika engkau tidak suka dengan sesuatu hal, misalnya seperti saya.

Menerima dalam artian nilai bagus, oke lah, dalam artian nilai jelek, masih bisa. Saya tidak tahu mau menulis apakah dalam tulisan ini. Saya belum bisa menerima kelak saya bakal bertemu dengan seorang malaikat yang bakal turun dari langit untuk menyampaikan suatu pesan.

Jadi, menerima, menyayangi, memahami itu sebenarnya saya sendiri juga tidak tahu yang saya tulis dari tadi. Tetapi intinya pasti ada dalam diri pribadi masing-masing.

Ya begitu saja tulisan yang kurang bermakna ini, kalau kalian perhatikan lebih ke curahan hati saya. Maaf banget ya semuanya. Ini hanya sekadar hiburan buat kalian biar tidak stress dalam mengerjakan tugas apapun itu. Terima kasih kepada diri saya sendiri yang telah meluangkan pikiran seperti ini yang menurut saya tidak penting bagi ilmuwan tetapi penting bagi pembaca yang stress. Asalkan jangan anak kecil. Malu banget. Terima kasih dan Asalamualaikum War Rahmatullah Wabarakatuh….. 


TEDDY AFRIANSYAH 

Tidak ada tanda tangan disini, emangnya surat.....