Kesehatan Mental pada zaman Generasi Kaum Millennial
Di era sekarang, ketika zaman sudah canggih, mulai dari
tenaga kesehatan hingga teknologi terkemuka terus digalakkan dengan adanya
pemikiran para manusia berakal Einstein yang menciptakan ini semua. Namun juga
ketika dalam era Pandemi sekarang ini, ada yang lebih penting dari itu semua,
yaitu Kesehatan.
Sekarang kesehatan kita menjadi paling utama daripada yang
lainnya. Salah satunya kesehatan mental para generasi Z atau lebih dikenal
dengan generasi yang terlibat dalam revolusi industri 4.0. Mental menurut
pendapat banyak orang yaitu sesuatu hal yang dipengaruhi oleh lingkungan
sekitar dan peristiwa yang menurut banyak orang bisa saja sedih, haru, takut,
dan lainnya yang berdampak besar bagi kehidupan selanjutnya.
Kehidupan selanjutnya pasti berpengaruh dari diri kita pada
waktu sekarang Ini. Sesuatu yang kita lakukan saat ini, detik ini, pasti
berpengaruh kepada kehidupan kalian di masa mendatang.
Jika kita dihadapkan dengan masalah yang silih berganti dan
terus tidak menemukan solusi, maka mental kita bakal terganggu. Khususnya pada
zaman sekarang yang semuanya serba dengan ponsel pintar atau gadget kata orang
luar.
Kasus pertama, mengapa semua orang diberi pegangan berupa hand
phone dan sebagainya? Hal itu sangat banyak sekali terjadi dalam diri kita baik
itu orang yang sudah berusia lanjut hingga balita yang masih harus mendapatkan
air ASI sudah diberi layanan yang belum diketahui oleh balita se usianya.
Karena jika kita memberi suatu barang seperti ponsel, anak tersebut
menghancurkannya dan dapat membuat orang di sekitarnya termasuk orang tuanya
bakal stress dan pasti merasa gelisah. Dari situ pasti terganggu kesehatan
mentalnya.
Kedua, masih seputar hand phone dan alat pintar lainnya,
para hacker dan penjahat atau semacamnya akan melakukan kecurangan dan tindak
kriminal seperti penculikan di dunia maya, hal itu tentu saja membuat para
kerabat korban akan stress juga dan juga si korban akan stress dan gelisah.
Selain itu juga, dalam kasus tindak kecurangan, seperti pelecehan seksual di
dunia maya memang sekarang lagi marak-maraknya.
Mengapa hal - hal itu masih terjadi saja di dunia ini?
Apakah orang - orang seperti itu memiliki gangguan kesehatan mental? Bisa jadi,
karena adanya faktor yang bisa kita paparkan dalam hal yang berkaitan dengan
ini semua.
Orang orang yang melakukan tindak kriminal, pasti orang
tersebut memang ada gangguan kesehatan mental karena orang tersebut tidak
memiliki pekerjaan atau bahkan baru saja di PHK dari pekerjaannya atau Bahasa
kasarnya di pecat. Padahal ketika kita sudah tidak bekerja dan tidak bisa
mencari nafkah, kita semua bisa saja mencari uang dengan yang halal tentunya,
misal dengan melakukan wirausaha.
Kita lanjutkan membahas tentang kasus kesehatan mental
lainnya. Di saat sesuatu yang kita sayangi misal rusak atau hilang, pasti kita
merasa gelisah dan tidak tenang pikirannya. Misalnya saja ketika baru saja diputus
atau break dengan kekasih yang setia. Seorang pria dalam hal ini ada dua tipe,
yang satu menerima apa adanya, yang satu nya , tidak mau dengan apa yang
terjadi di lapangan, dilihat dari dua tipe itu, yang berpengaruh dalam
kehidupan ke depannya adalah yang tidak mau menerima sesuai fakta. Karena
kalian bisa menanggapi jika Tipe Kedua ini aka nada banyak sekali di dunia ini,
kita menyebabkan kesehatan mereka terganggu hingga bisa bunuh diri. Jika Tipe
pria pertama tidak bakal terganggu kesehatan mentalnya karena pria tersebut
pasti berpikir positif dan positif selalu dan pasti memikirkan hal buruk ke
depannya.
Selain dalam hal perjodohan, persis halnya dengan ketika
kalian punya barang yang paling mewah dan berharga dalam hidup kalian, misalnya
saja Emas. Kalian pasti bakal menyimpannya lama sekali dan menunggu waktu yang
tepat untuk memakainya atau menjualnya. Namun bila barang tersebut lenyap dan
hilang, atau bahkan rusak, pastinya hal itu membuat kalian kesal dan gelisah,
bahkan hal ini bisa menyebabkan kesehatan mental terganggu.
Selain itu semua, ada peristiwa lainnya yang menurut
masyarakat sangat mengerikan dan bakal terjadi di tahun - tahun berikutnya,
yaitu Terjadinya kecelakaan disebabkan karena Hand phone. Ketika kalian
mendengar hal itu, pasti membayangkan betapa parahnya kejadian yang sampai
sekarang terus ada di sekitar kita bahkan di Ibukota. Ketika kita saat
berkendara pun, patuhi lah tata tertib. Jika kalian setelah kerja atau setelah
sekolah/kuliah, pasti mengeluh dan marah yang berdampak pada kerja saraf otak
kita yang semakin hari semakin panas untuk dipakai berpikir terlalu keras. Hal
itu juga menyebabkan kesehatan mental terganggu. Bahkan ada yang sampai
kegelisahan itu dibawa bawa ke jalan raya, hal seperti itu berdampak berbahaya
dan juga keluarga di rumah gelisah ketika hal itu terjadi pada keluarganya.
Lain halnya pada ulasan sekarang, pasti ada selalu baik itu
di sekolah, kuliah, tempat kerja, maupun di dalam masyarakat seseorang yang
selalu dikucilkan atau dihina hingga menggunakan fisik untuk memuaskan diri
kepada korban. Tetapi mengapa hal ini masih saja ada di dalam masyarakat maupun
yang lainnya? Apakah di Indonesia tidak diberlakukannya hukum yang mengatur
semua ini? Dalam lingkup sekolah, sekolah baik itu negeri maupun swasta pasti
mempunyai aturan, namun mengapa hal itu jarang sekali ditaati? Tidak segelintir
orang pun yang menaati hal itu.
Namun, bisa saja hal itu terjadi kedua kalinya karena si
korban yang selalu dihina di sekolahnya tidak mau melaporkan hal itu karena diancam
oleh pelaku. Hal inilah yang membuat mental si korban terganggu yang
menyebabkan tidak masuk sekolah bahkan putus sekolah.
Apakah Mental Health bisa saja terjadi pada tawanan yang ada
di dalam penjara? Jawabannya tergantung orang - orang yang ada di penjara,
ketika seseorang yang tidak mau mengakui kesalahannya pasti diketahui segera
oleh pihak berwajib. Dan sesuatu yang sudah diketahui dan menyebar luas ke seluruh
telinga rakyat, pelaku merasa stress dan gelisah yang dapat berdampak pada
kesehatan mental nya, misal saja bisa menjadi gila. Lain halnya dengan orang
yang memang mengakui kesalahannya.
Terakhir, studi kasus menyebutkan bahwa ada suatu pembahasan
ketika seseorang dibentak dengan keras sampai keluar oleh si pelaku. Jika dalam
konteks dunia kerja, misal ketika seorang karyawan merasa dirinya sudah benar
dengan semua pekerjaan dari atasan, namun Si atasan merasa kerja karyawannya
tidak benar , maka pasti dalam diri karyawan ada tekanan batin dan hal itu
membuat karyawan bisa merasa kesal, gelisah, yang berdampak pada kesehatan
mentalnya, bisa saja hingga bunuh diri seperti kasus yang sudah ada.
Berdasarkan penjelasan yang sudah ada, dapat diambil suatu
kesimpulan bahwa Kesehatan Mental seseorang sangat berpengaruh pada kehidupan ke
depannya dan juga dipengaruhi oleh keadaan sekitar yang memaksa seseorang untuk
melakukan hal yang tidak diinginkan. Dari Penjelasan tersebut, kita bisa
menemukan solusi - solusi yang bisa menangkal atau menghindari Mental Health
yang mewabah di dunia ini.
Yang pertama, biasakan diri kita untuk mengistirahatkan
pikirannya dengan berlibur bersama keluarga. Hal itu sangat efektif supaya
pikiran kita tenang dan otak kita bekerja normal seperti semula setelah lelah.
Kedua, kalian bisa diskusikan masalah kalian dengan orang
terdekat kalian dan temukan solusi masalah kalian. Karena orang terdekat kalian
bisa menjadi penenang dan pendengar yang baik.
Ketiga, berhenti sejenak dari pekerjaan yang membuat kalian lelah, lakukan olahraga ringan dan lakukan secara teratur. Hal ini sangat efektif supaya sistem dalam tubuh kita terutama pernapasan yang menjadi motorik semua organ dalam tubuh bisa bekerja optimal lagi.
Semoga kita semua selalu terhindar dari segala hal yang
dapat mengganggu kesehatan mental kita. Semoga juga kita selalu dalam
lindungan-Nya, Amin…
Stay Health Semuanya……