Senin, 28 September 2020

Memahami, Menerima, dan Menyayangi Diri Sendiri...

Asalamualaikum War Rahmatullah Wabarakatuh…………………………..

Sebenarnya saya belum paham maksud dari arti memahami diri sendiri. Saya tau kalau saya laki - laki, tetapi apakah saya adalah laki - laki yang dibutuhkan jika ada maunya aja? Mana ada cewek yang mau dengan saya. Saya memahami namun dalam artian hanya sebatas tau saja bahwa saya laki - laki tidak sejati. Memangnya pohon pinus. Namun kalau dipikir dua sampai tiga tahun, saya sedikit tahu dan memahami diri saya sendiri bahwa sebenarnya saya pribadi yang rajin dan tekun. Saya tau saya orang yang diam Bahasa dalam keadaan tertentu saja, namun diam Bahasa bukan berarti tidak mau bersosialisasi loo. Saya tidak mau seperti kera sumbang yang tidak suka bersosialisasi.

Lalu, menyayangi? Ah tidak mungkin…….

Tidak mungkin …..

Saya tidak tau maksud dari menyayangi. Sangat luas sekali arti menyayangi seperti luasnya hamparan sawah yang ditanami bakau setiap tahunnya.

Pertama, saya sudah disayangi sejak kecil oleh kedua orang tuaku,

Pasti lah, mana mungkin kecil sudah disayangi oleh cewek orang lain, bisa gawat urusannya. Kasih sayang orang tua tiada duanya dibanding dengan sayang dengan seorang wanita yang notabene sudah ada pasangan hidup, masih aja diganggu. Playboy

Kedua, seperti tadi saya jelaskan di atas, sayang kepada seorang wanita boleh aja, namun dalam artian sayang selalu mengingatkan dalam solat, dalam belajar, dsb.

Ingat kata pak ustaz, pada umumnya pak ustaz pernah bilang gini

“Pacaran itu haram, karena di dalamnya terdapat unsur - unsur negatif dan juga pacaran itu belum legal, takut terjadi hal – hal tidak diinginkan nantinya” nah kurang lebih itu karena saya jarang nonton dakwah

Tunggu dulu, bukan berarti saya tidak mau ya, Cuma belum sempat gara - gara tugas - tugas yang bertumpuk kayak batu bata belum di kasih semen

Ya seperti itulah menyayangi dengan wanita yang terbilang egois, ya kalian tau sendiri lah, dibilang gendut tidak mau, marah. Giliran dibilang kurus, protes. Nanti repot banget ya…..

Bentar dulu, supaya tulisan ini banyak seperti rumusan naskah UUD, nah kita balik lagi ke permasalahan memahami diri ini.

Dalam diri aku sebenarnya tidak tahu segalanya yang aku rasakan sekarang ini. Main badminton, gampang lah cuman memukul bulu ayam doang. Masalahnya kalau dipukul terus, yang punya bulunya marah dan mematuk saya. Lanjut lagi,

Saya orang yang tidak memikirkan ke depannya bagaimana, contohnya, saya masuk jurusan Bahasa, padahal di sekolah, saya bisa Matematika, aneh sih? Heran aja dengan diri saya

Mengapa dalam hidup ini perlu ada memahami? Saya hanya paham dalam pelajaran, itu pun kalau gampang, yang gampang juga terkadang sulit, apalagi yang sulit banget, pengen teriak diatas kaki seribu deh.

Masalah menerima? Saya orangnya suka menerima dengan tangan terbuka, wanita, tugas, kematian, saya terima. Namun dalam hati, saya belum terima semua nya juga. Saya sering menerima dalam artian sering ditolak oleh banyak wanita dari sabang sampai merauke. Menerima itu memanglah sulit ketika engkau tidak suka dengan sesuatu hal, misalnya seperti saya.

Menerima dalam artian nilai bagus, oke lah, dalam artian nilai jelek, masih bisa. Saya tidak tahu mau menulis apakah dalam tulisan ini. Saya belum bisa menerima kelak saya bakal bertemu dengan seorang malaikat yang bakal turun dari langit untuk menyampaikan suatu pesan.

Jadi, menerima, menyayangi, memahami itu sebenarnya saya sendiri juga tidak tahu yang saya tulis dari tadi. Tetapi intinya pasti ada dalam diri pribadi masing-masing.

Ya begitu saja tulisan yang kurang bermakna ini, kalau kalian perhatikan lebih ke curahan hati saya. Maaf banget ya semuanya. Ini hanya sekadar hiburan buat kalian biar tidak stress dalam mengerjakan tugas apapun itu. Terima kasih kepada diri saya sendiri yang telah meluangkan pikiran seperti ini yang menurut saya tidak penting bagi ilmuwan tetapi penting bagi pembaca yang stress. Asalkan jangan anak kecil. Malu banget. Terima kasih dan Asalamualaikum War Rahmatullah Wabarakatuh….. 


TEDDY AFRIANSYAH 

Tidak ada tanda tangan disini, emangnya surat.....

1 komentar:

Lentingan jeda mengatakan...

Gatau kenapa saya senyam senyum sendiri baca tulisan ini. Apa ini yang namanya... JANGAN, becanda doang. Tapi saya suka.tulisan ini maksudnya,ga tau kalau penulisnya.mungkin nanti mungkin nggak. Wkwkwk

Posting Komentar