Asalamualaikum War Rahmatullah Wabarakatuh…………………………..
Sebenarnya saya belum paham maksud dari arti memahami diri
sendiri. Saya tau kalau saya laki - laki, tetapi apakah saya adalah laki - laki
yang dibutuhkan jika ada maunya aja? Mana ada cewek yang mau dengan saya. Saya
memahami namun dalam artian hanya sebatas tau saja bahwa saya laki - laki tidak
sejati. Memangnya pohon pinus. Namun kalau dipikir dua sampai tiga tahun, saya
sedikit tahu dan memahami diri saya sendiri bahwa sebenarnya saya pribadi yang
rajin dan tekun. Saya tau saya orang yang diam Bahasa dalam keadaan tertentu
saja, namun diam Bahasa bukan berarti tidak mau bersosialisasi loo. Saya tidak
mau seperti kera sumbang yang tidak suka bersosialisasi.
Lalu, menyayangi? Ah tidak mungkin…….
Tidak mungkin …..
Saya tidak tau maksud dari menyayangi. Sangat luas sekali
arti menyayangi seperti luasnya hamparan sawah yang ditanami bakau setiap
tahunnya.
Pertama, saya sudah disayangi sejak kecil oleh kedua orang
tuaku,
Pasti lah, mana mungkin kecil sudah disayangi oleh cewek
orang lain, bisa gawat urusannya. Kasih sayang orang tua tiada duanya dibanding
dengan sayang dengan seorang wanita yang notabene sudah ada pasangan hidup,
masih aja diganggu. Playboy
Kedua, seperti tadi saya jelaskan di atas, sayang kepada
seorang wanita boleh aja, namun dalam artian sayang selalu mengingatkan dalam solat,
dalam belajar, dsb.
Ingat kata pak ustaz, pada umumnya pak ustaz pernah bilang
gini
“Pacaran itu haram, karena di dalamnya terdapat unsur - unsur
negatif dan juga pacaran itu belum legal, takut terjadi hal – hal tidak
diinginkan nantinya” nah kurang lebih itu karena saya jarang nonton dakwah
Tunggu dulu, bukan berarti saya tidak mau ya, Cuma belum
sempat gara - gara tugas - tugas yang bertumpuk kayak batu bata belum di kasih
semen
Ya seperti itulah menyayangi dengan wanita yang terbilang
egois, ya kalian tau sendiri lah, dibilang gendut tidak mau, marah. Giliran
dibilang kurus, protes. Nanti repot banget ya…..
Bentar dulu, supaya tulisan ini banyak seperti rumusan
naskah UUD, nah kita balik lagi ke permasalahan memahami diri ini.
Dalam diri aku sebenarnya tidak tahu segalanya yang aku
rasakan sekarang ini. Main badminton, gampang lah cuman memukul bulu ayam
doang. Masalahnya kalau dipukul terus, yang punya bulunya marah dan mematuk
saya. Lanjut lagi,
Saya orang yang tidak memikirkan ke depannya bagaimana,
contohnya, saya masuk jurusan Bahasa, padahal di sekolah, saya bisa Matematika,
aneh sih? Heran aja dengan diri saya
Mengapa dalam hidup ini perlu ada memahami? Saya hanya paham
dalam pelajaran, itu pun kalau gampang, yang gampang juga terkadang sulit,
apalagi yang sulit banget, pengen teriak diatas kaki seribu deh.
Masalah menerima? Saya orangnya suka menerima dengan tangan
terbuka, wanita, tugas, kematian, saya terima. Namun dalam hati, saya belum
terima semua nya juga. Saya sering menerima dalam artian sering ditolak oleh
banyak wanita dari sabang sampai merauke. Menerima itu memanglah sulit ketika
engkau tidak suka dengan sesuatu hal, misalnya seperti saya.
Menerima dalam artian nilai bagus, oke lah, dalam artian
nilai jelek, masih bisa. Saya tidak tahu mau menulis apakah dalam tulisan ini.
Saya belum bisa menerima kelak saya bakal bertemu dengan seorang malaikat yang
bakal turun dari langit untuk menyampaikan suatu pesan.
Jadi, menerima, menyayangi, memahami itu sebenarnya saya
sendiri juga tidak tahu yang saya tulis dari tadi. Tetapi intinya pasti ada
dalam diri pribadi masing-masing.
Ya begitu saja tulisan yang kurang bermakna ini, kalau kalian perhatikan lebih ke curahan hati saya. Maaf banget ya semuanya. Ini hanya sekadar hiburan buat kalian biar tidak stress dalam mengerjakan tugas apapun itu. Terima kasih kepada diri saya sendiri yang telah meluangkan pikiran seperti ini yang menurut saya tidak penting bagi ilmuwan tetapi penting bagi pembaca yang stress. Asalkan jangan anak kecil. Malu banget. Terima kasih dan Asalamualaikum War Rahmatullah Wabarakatuh…..
TEDDY AFRIANSYAH
Tidak ada tanda tangan disini, emangnya surat.....
1 komentar:
Gatau kenapa saya senyam senyum sendiri baca tulisan ini. Apa ini yang namanya... JANGAN, becanda doang. Tapi saya suka.tulisan ini maksudnya,ga tau kalau penulisnya.mungkin nanti mungkin nggak. Wkwkwk
Posting Komentar